Kenakalan Remaja

Diposkan oleh Hariestelle

Kenakalan Remaja - Selamat datang pada halaman baru kami Hariestelle adalah halaman yang akan mengulas beberapa info menarik untuk anda simak dan ikuti. Selamat membaca isi postingan kami,berikut adalah beberapa pilihan postingan yang kami hadirkan dalam Kenakalan Remaja.

Pada dasarnya kenakalan remaja menunjuk pada suatu bentuk perilaku remaja yang tidak sesuai dengan norma-norma yang hidup di dalam masyarakatnya. Kartini Kartono (1988 : 93) mengatakan bahwa remaja yang nakal itu disebut pula sebagai anak cacat sosial. Mereka menderita cacat mental yang disebabkan oleh pengaruh sosial yang ada di tengah masyarakat. Oleh karena itu, perilaku mereka dinilai oleh masyarakat sebagai suatu kelainan dan disebut sebagai “kenakalan”. Dalam Bakolak inpres no: 6 / 1977 buku pedoman 8, dikatakan bahwa kenakalan remaja adalah kelainan tingkah laku atau tindakan remaja yang bersifat anti sosial, melanggar norma sosial, agama, serta ketentuan hukum yang berlaku dalam masyarakat.
Singgih D. Gumarso (1988 : 19), mengatakan dari segi hukum bahwa kenakalan remaja digolongkan dalam dua kelompok yang berkaitan dengan norma-norma hukum yaitu :
(1) kenakalan yang bersifat amoral dan sosial serta tidak diantar dalam undang-undang, sehingga tidak dapat atau sulit digolongkan sebagai pelanggaran hukum ;
(2) kenakalan yang bersifat melanggar hukum dengan penyelesaian sesuai dengan undang-undang dan hukum yang berlaku sama dengan perbuatan melanggar hukum bila dilakukan orang dewasa. Menurut bentuknya, Sunarwiyati S (1985) membagi kenakalan remaja ke dalam tiga tingkatan ;
(1) kenakalan biasa, seperti suka berkelahi, suka keluyuran, membolos sekolah, pergi dari rumah tanpa pamit .
(2) kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan seperti mengendarai mobil tanpa SIM, mengambil barang orang tua tanpa izin .
(3) kenakalan khusus seperti penyalahgunaan narkotika, hubungan seks diluar nikah, pemerkosaan dll. Kategori di atas yang dijadikan ukuran kenakalan remaja dalam penelitian.
Tentang normal tidaknya perilaku kenakalan atau perilaku menyimpang, pernah dijelaskan dalam pemikiran Emile Durkheim (dalam Soerjono Soekanto, 1985 : 73) bahwa perilaku menyimpang atau jahat, di dalam batas-batas tertentu dianggap sebagai fakta sosial yang normal. Dalam bukunya “ Rules of Sociological Method”, batas-batas tertentu kenakalan adalah normal karena tidak mungkin menghapusnya secara tuntas. Dengan demikian, perilaku dikatakan normal sejauh perilaku tersebut tidak menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Perilaku tersebut terjadi dalam batas-batas tertentu dan melihat pada suatu perbuatan yang tidak disengaja. Jadi, kebalikan dari perilaku yang dianggap normal adalah perilaku nakal (jahat), yaitu perilaku yang disengaja meninggalkan keresahan pada masyarakat.



Kami ucapkan terima kasih telah berkunjung ke halaman kami yang telah mengulas tentang Kenakalan Remaja dalam blog yang sederhana tapi patut untuk anda simak dalam Hariestelle.Com Rating 5.0

Artikel Terkait