Nilai Tinggi UN, Belajar Via Facebook dan Twitter

Diposkan oleh Hariestelle

Nilai Tinggi UN, Belajar Via Facebook dan Twitter -.

Selamat datang pada halaman baru kami Hariestelle yang akan mengulas bebrapa info menarik untuk anda simak dan ikuti. Selamat membaca isi postingan kami,berikut adalah beberapa pilihan postingan yang kami hadirkan dalam Nilai Tinggi UN, Belajar Via Facebook dan Twitter.

Jakarta - DOYAN berselancar di Internet dan bercakap di jejaring sosial membawa Triawati Octavia, siswi SMA Negeri 2 Kuningan, Jawa Barat, meraih nilai tertinggi dalam ujian nasional (UN) tingkat SMA/SMK se-Indonesia. Nilai totalnya 56,60, berasal dari enam mata pelajaran. Artinya, nilai rata-ratanya di atas angka 9.

Tewe--nama panggilan Triawati--tentu saja belajar serius. Siswi kelas XII IPA 5 itu ikut bimbingan belajar. Selama ujian, mulai pukul 19.00 malam ia belajar keras dan menggunakan Internet.

“Kalau pusing belajar, saya suka Internetan,” kata dara kelahiran Kuningan, 28 Oktober 1993, ini. “Malam saat UN, saya main Facebook dan Twitter.”

Tapi ia bukan asal berselancar. “Saya main Facebook dan Twitter untuk diskusi soal pelajaran dengan teman-teman.”

Tewe juga tak asing dengan BlackBerry Messenger (BBM) dan mendiskusikan pelajaran melalui grup di BBM itu. “Tapi sering terhambat jika tak punya pulsa,” ujar Tewe sambil tersenyum.

Tewe bercita-cita menjadi direktur rumah sakit. Karena itu, ia ingin kuliah di Universitas Indonesia, mengambil jurusan kesehatan masyarakat.

Kepala SMA Negeri 2 Kuningan, Jawa Barat, Bambang Sri Sadowo, bersyukur anak didiknya berhasil meraih ranking tertinggi se-Indonesia. “Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi adik-adik kelasnya,” kata Bambang. Setiap tahun sisa SMAN 2 selalu lulus 100 persen.

Beda provinsi, di Semarang, ada Mutiarani, siswa SMK 2. Ia juga meraih nilai hebat, rata-rata 9,65. Dalam mata pelajaran bahasa Indonesia dia mendapat nilai 9,8; bahasa Inggris 9,8; matematika 10; dan kompetensi akuntansi 9,0. Total nilainya 38,60.

Anak pasangan Juwarto, buruh, dan Sutarmi, pembantu rumah tangga, itu penggemar berat klub asal Spanyol, Barcelona. Setiap akhir pekan, dia selalu begadang untuk menonton aksi Lionel Messi. “Tapi, saat UN, remote TV diumpetin ibu,” kata dara kelahiran Semarang, 27 November 1994, ini.

Saat masuk di SMK 2, Mutiarani dikategorikan sebagai siswa miskin. Ia dibebaskan dari membayar uang gedung Rp 3,5 juta dengan menggunakan bukti kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat.

Dia sangat ingin kuliah di Universitas Diponegoro. “Tapi menyesuaikan dengan kondisi keluarga. Kalau tidak ada biaya, ya, mungkin cari kerja dulu,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin, berjanji akan mengusahakan beasiswa untuk Mutiarani. “Kita akan komunikasikan dengan pihak perguruan tinggi,” kata Bunyamin

Kami ucapkan terima kasih telah berkunjung ke halaman kami Nilai Tinggi UN, Belajar Via Facebook dan Twitter. di blog yang sederhana tapi patut untuk anda simak dalam Hariestelle.Com Rating 5.0

Artikel Terkait