Homoseksual ?

Diposkan oleh Hariestelle

Peneliti Masalah Homoseksual Minta Maaf
 

NEW YORK, Hariestelle.com – Terimakasih telah setia mengunjungi Hariestelle.com. Beberapa info dari dalam negri hingga luar negri maupun seluruh isi alam semesta akan kami suguhkan kepada anda para pengunjung Hariestelle.com. Untuk membuat pengetahuan anda lebih luas dan berwawasan. Inilah info singkat kali ini yang dapat saya sampaikan.
Psikiater kondang yang melakukan studi kontroversial tentang homoseksual meminta maaf atas hasil penelitian yang diakuinya kurang akurat.

Pada tahun 2003, Robert Spitzer, sang psikiater yang waktu itu masih bekerja di New York State Psychiatric Institute, memublikasikan hasil riset di Archives of Sexual Behavior. Riset menyatakan bahwa para homoseks bisa menjadi straight dengan pengondisian dan pendekatan spiritual.

Spitzer mengambil kesimpulan dalam studi setelah mewawancarai 200 orang laki-laki dan perempuan yang menjalani terapi reorientasi seksual di pusat terapi seperti Exodus International yang berbasis di Florida.

Dalam wawancara, Spitzer menanyakan secara mendalam lewat telepon tentang seksualitas, perasaan dan perilaku sebelum dan sesudah menjalani terapi.

"Mayoritas narasumber melaporkan bahwa mereka berubah dari dominan dan absolut homoseksual sebelum terapi menjadi dominan atau absolut heteroseksual sesudah terapi," tulis Spitzer dalam papernya 9 tahun lalu.

Hasil riset Spitzer dipresentasikan dalam pertemuan tahunan psikiater pada tahun 2001 dan langsung mendapatkan reaksi keras.

Alasan pertama, pada tahun 1973, Spitzer sendirilah yang turut berjasa menghapuskan homoseksual dari daftar gangguan mental yang disusun American Pyschiatric Association. Mengapa kemudian Spitzer lewat studi menyatakan bahwa homoseksual bisa disembuhkan?

Kedua, studi Spitzer memiliki kecacatan. Studi didasarkan pada apa yang dirasakan orang beberapa lama sebelumnya, yang bisa jadi tak tepat. Studi juga tak menyebut terapi tertentu, hanya setengah dari orang yang diwawancarai berhubungan dengan terapis sementara lainnya berhubungan dengan agamawan maupun terapi mandiri.

Beberapa kalangan sempat memperingatkan agar studi Spitzer tak dipublikasikan, namun akhirnya Spitzer memilih menerbitkannya.

Spitzer akhirnya meminta maaf atas hasil studinya setelah membaca beragam komentar dan pertanyaan yang ditujukan
Tidak ada info yang akan kami infokan kepada anda. Dan tetap setia kunjungi Hariestelle.com agar anda tetap menjadi manusia berwawasan luas. Semoga info kali ini bermanfaat bagi anda.

Artikel Terkait