Kerasukan Setan Menurut Ilmuwan

Diposkan oleh Hariestelle

Kerasukan Setan Menurut Ilmuwan - Hariestelle Selalu memberikan artikel yang bermanfaat untuk anda. Karena Hariestelle adalah halaman yang mengulas beberapa info menarik yang paling baru untuk pengunjung setia. Serta ulasan-ulasan spesial yang pastinya bemanfaat bagi kita semua. Yang kami rangkum dan olah secara rinci agar dapat kami suguhkan untuk anda. Isi hari-hari anda dengan informasi-informasi baru dan bermanfaat,agar wawasan dan pengetahuan anda luas seluas info postingan kami. Selamat membaca isi postingan ini,berikut adalah beberapa pilihan postingan terbaru yang kami hadirkan dalam judul Kerasukan Setan Menurut Ilmuwan.

Kerasukan Setan Menurut Ilmuwa
n. Dalam buku terbarunya The Forbidden (Terlarang), penulis novel dan pensiunan psikolog, Dr Frank Tallis, mengeksplorasi latar belakang kerasukan setan. Novel ini diilhami pengalaman Tallis menghadapi pasiennya dulu.

Tallis dulu didatangi pasien yang mengaku dirasuki setan saat praktik. Menurutnya, pasien ini tidak gila, tapi menderita skizofrenia. Tallis menilai pasien pria ini memiliki keyakinan tertentu.

"Pada masa saya praktik, psikolog menyebutnya 'delusi monosimtomatik'. Tapi, kini itu disebut 'kelainan delusional'. Ini terjadi ketika Anda terdengar dan terlihat masuk akal dalam seluruh aspek, tapi Anda meyakini sesuatu yang mutlak gila," ujar Tallis.

Kerasukan Setan Menurut Ilmuwan
yang beristilah Monosimtomatik merupakan penyakit atau kondisi patologis yang terjadi hanya ditandai satu gejala. Menurut Tallis, seseorang bisa kerasukan karena salah memaknai gejala tertentu sebagai akibat kehadiran setan dalam tubuhnya.

"Ketika Anda kerasukan, Anda seharusnya merasa pusing. Dan akan sering mengalami sakit kepala," ujar dosen psikologi klinis dan ilmu syaraf Institute.

Membuka diri terhadap asumsi yang kuat, kata dia, bisa mendatangkan gejala-gejala yang mirip kesurupan. Tallis menilai banyak orang yang meyakini hal spiritual dan magis.
Ketertarikan terhadap hal supranatural bisa tidak berbahaya. Tapi, suatu peristiwa bisa memicu delusi. Orang itu pun akan bertahan dengan delusinya. Bahkan, mereka menguatkannya dengan menumpuk kesalahan penafsiran. Mereka juga akan mencari bukti yang mendukung keyakinan bahwa dirinya dirasuki.

"Dalam kasus pasien saya, dia ingin tahu nama setan yang merasuki tubuhnya. Dia lantas menggunakan papan Ouija (papan yang diyakini bisa memanggil setan). Perilaku ini menunjukkan dia bersedia mencari jalan untuk makin meyakini kondisinya. Ini menunjukkan cara otak bekerja. Kecenderungan alamiah kita itu mencari penyebab," urainya.

Secara teori Kerasukan Setan Menurut Ilmuwan, seseorang bisa terserang delusi apabila dalam kondisi memungkinkan. Setiap orang bisa mengalami delusi dalam hidupnya. Seseorang bisa meyakini terserang penyakit parah tanpa ada bukti penyebabnya.

Banyak orang khawatir mengira dirinya terserang penyakit tanpa alasan. Ini malah membuat timbul gejala dan bisa terus berkembang. Selanjutnya, mereka akan mencari bukti yang mendukung keyakinannya.

Tallis memberi contoh delusi bisa terjadi ketika cemburu pada pasangan. Obsesi yang besar mengungkap ketidaksetiaan ini sering terjadi dan menghasilkan perilaku yang di luar dugaan.

"Jatuh cinta itu seperti delusi monosimtomatik. Kendati Anda seorang yang sangat rasional, Anda bisa melakukan berbagai perilaku irasional. Ini karena Anda terpaku pada individu tertentu," ujar penulis.

Kerasukan Setan Menurut Ilmuwan
mirip delusi. Delusi ini bisa ditangani dengan banyak meminum obat-obatan yang diresepkan dokter. Tapi, kondisi ini dipandang tidak bisa disembuhkan. Tallis menjelaskan sekarang segala bentuk penyakit gangguan jiwa banyak yang dirawat dengan terapi kognitif behavioral.

"Anda menanamkan semacam sikap ilmiah pada pasien. Terapi ini mengarahkan mereka agar mau menguji keyakinannya. Ini bisa menjadi perkembangan terbaru yang paling penting dalam terapi gangguan jiwa," ujar pria yang menerima penghargaan sebagai penulis dari Dewan Kesenian Inggris pada 1999 ini.

Jadi begitulah Kerasukan Setan Menurut Ilmuwan.

Demikian info kali ini,Semua yang ada di dunia ini adalah ciptaan-Nya dan semua akan kembali pada-Nya. Karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Dan kami bukanlah makhluk yang sempurna,jadi jika kami ada kekeliruan atau ada kesalahan yang membuat anda tidak nyaman atau merasa dirugikan,kami benar-benar minta maaf,kami tidak bermaksud untuk seperti itu. Di sini kita saudara. Jangan bosan-bosan kawan untuk berkunjung di halaman kami,Kami ucapkan terima kasih telah berkunjung ke halaman kami yang telah mengulas tentang Kerasukan Setan Menurut Ilmuwan dalam halaman yang sederhana tapi patut untuk anda simak dalam Hariestelle Rating 5.0

Artikel Terkait