MUI VS Menkes !

Diposkan oleh Hariestelle

MUI VS Menkes ! - Selamat datang pada halaman baru kami Hariestelle , Berikut adalah halaman yang akan mengulas beberapa info-info menarik untuk anda simak dan ikuti. Serta ulasan-ulasan spesial dari dalam dan luar negeri. Yang kami rangkum dan olah secara rinci agar dapat kami suguhkan untuk anda. Isi hari-hari anda dengan informasi-informasi baru dan bermanfaat,agar wawasan dan pengetahuan anda luas seluas info postingan kami. Selamat membaca isi postingan ini,berikut adalah beberapa pilihan postingan terbaru yang kami hadirkan dalam judul MUI VS Menkes !.
Perang dingin terjadi. Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengirimkan surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait program penggunaan kondom Kementerian Kesehatan.

"Kalau ini kebijakan pemerintah tentu saja kita protes untuk kepentingan umat. Indonesia ini kan bukan negara sekuler," ujar Ketua MUI Amidhan.

Namun sebelum MUI menyampaikan surat ke presiden, pihaknya terlebih dulu melihat perkembangan ke depan, apakah sikap Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi akan berubah untuk tidak mengkampanyekan penggunaan kondom.

"Kalau itu sudah kebijakan pemerintah, kita akan sampaikan surat kepada presiden selaku pimpinan pemerintahan. Ini negara beragama, negara ber-Tuhan sesuai Pancasila. Sehingga semua kebijakannya itu harus mengacu ke sana," tuturnya.

Dia mengkritik Nafsiah Mboi sebagai Menteri Kesehatan yang baru saja dilantik. "Seyogyanya sebagai menteri yang baru, seharusnya membuat satu gelar pembangunan dibidang kesehatan yang merupakan terobosan, bukan yang menentang agama lah," kata Amidhan.

"Ya itu mungkin persepsi Menkes baru. Mungkin itu pencegahan yang dimaksud. Tapi dia tidak melihat akar masalahnya. Intinya bagaimana berhubungan dengan yang tidak seharusnya, itu yang harus ditanamkan," tuturnya.

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi sendiri menegaskan tidak pernah mengatakan mau meningkatkan kampanye kondom di kalangan umum, siswa-siswa dan remaja.

"Tetapi tetap kami kampanyekan kondom ke setiap pelaku hubungan seks berisiko. Karena itu adalah salah satu indikator MDG," kata dia di kantornya.

Dia menambahkan, seks berisiko di Indonesia terjadi pada semua umur, suami istri atau di luar hubungan pernikahan. "Yang kami maksud dengan seks berisiko adalah seks dengan risiko penularan penyakit atau risiko kehamilan yang tidak direncanakan," kata Nafsiah.

Hubungan seks berisiko juga terjadi di kalangan remaja. "Mau nggak mau harus kita hadapi itu. Mengutip data BKKBN, tahun 2010, sebanyak 2 juta remaja melakukan aborsi. Berarti anak-anak kita, adik-adik kita melakukan hubungan seks berisiko," kata dia.
Demikian info kali ini,Semua yang ada di dunia ini adalah ciptaan-Nya dan semua akan kembali pada-Nya. Karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Dan kami bukanlah makhluk yang sempurna,jadi jika kami ada kekeliruan atau ada kesalahan yang membuat anda tidak nyaman atau merasa dirugikan,kami benar-benar minta maaf,kami tidak bermaksud untuk seperti itu. Di sini kita saudara. Jangan bosan-bosan kawan untuk berkunjung di halaman kami,Kami ucapkan terima kasih telah berkunjung ke halaman kami yang telah mengulas tentang MUI VS Menkes ! dalam halaman yang sederhana tapi patut untuk anda simak dalam Hariestelle.Blogspot.Com Rating 5.0
Logo Design by FlamingText.com

Thanks For Visit - Hariestelle Page

Artikel Terkait