Sejarah dan Masalah Kondom

Diposkan oleh Hariestelle



Sejarah dan Masalah Kondom - Selamat datang pada halaman baru kami Hariestelle , Berikut adalah halaman yang akan mengulas beberapa info-info menarik untuk anda simak dan ikuti. Serta ulasan-ulasan spesial dari dalam dan luar negeri. Yang kami rangkum dan olah secara rinci agar dapat kami suguhkan untuk anda. Isi hari-hari anda dengan informasi-informasi baru dan bermanfaat,agar wawasan dan pengetahuan anda luas seluas info postingan kami. Selamat membaca isi postingan ini,berikut adalah beberapa pilihan postingan terbaru yang kami hadirkan dalam judul Sejarah dan Masalah Kondom.
Seperti apa sejarah penggunaan kondom?
Apa ada yang bertanya seperti demikian,coba kita telusri sama-sama.

Konon, kondom sudah digunakan oleh masyarakat peradaban kuno. Dalam buku "The Humble Little Condom: A History", Aine Collier menyebutkan bahwa ahli arkeologi dan sejarawan masih berdebat soal sejarah kondom ini. Apakah sudah ada pada peradaban kuno atau belum.

Banyak ahli yang membantah bahwa kondom sudah ada semenjak peradaban kuno, sebab dalam peradaban Mesir Kuno, Yunani Kuno, dan Romawi Kuni, pencegahan kehamilan secara umum dianggap sebagai tanggung jawab perempuan. Karena itu alat kontrasepsi yang diketahui digunakan pada masa itu merupakan alat kontrasepsi perempuan.

Collier kemudian menyebut penggunaan kondom diketahui tercatat di Asia sebelum abad ke-15. Saat itu biasa digunakan oleh kelas bangsawan. Di Cina, kondom dibuat dari kertas sutra yang diolesi minyak, atau ada juga yang dibuat dari usus kambing. Sedangkan di Jepang tercatat kondom kuno itu terbuat dari tempurung kura-kura atau tanduk hewan.

Penggunaan kondom untuk pencegahan penyakit diketahui dikembangkan oleh ahli kedokteran Italia di abad 16, Gabriele Fallopio. Kala itu Fallopio membuat kondom yang dideskripsikan sebagai kain kulit yang dibasahi cairan kimia dan kering sebelum penggunaan. Kondom ala Fallopio itu dibuat untuk membungkus (maaf) kemaluan, dan diikat dengan karet, untuk mencegah penyakit sipilis.

Setelah itu, penggunaan kondom ini pun berkembang. Bahkan sejumlah buku menyebut Casanova, playboy terkenal dari abad 18, menggunakan ini untuk mencegah menghamili pasangannya.

Etimologi nama kondom sendiri disebut berasal dari Inggris pada awal abad 18. Saat itu dikatakan ada "Dr Condom" atau "Earl of Condom", yang membuat alat kontrasepsi dari kulit hewan untuk Raja Charles II. Meski begitu, belum ditemukan data literatur atau data arkeologi yang mendukung kisah ini.

Selain kisah Dr Condom tersebut, nama kondom disebut penulis William E. Kruck berasal dari kata Latin, yaitu "condon" (pembungkus), "condamina" (rumah), dan "cumdum" (sarung pedang).

Sedangkan penggunaan kondom yang terbuat dari karet mulai berkembang saat Charles Goodyear menciptakan vulkanisasi karet di tahun 1884. Bersama inventor Thomas Hancock, Goodyear kemudian memproduksi kondom secara massal.

Kondom kemudian memiliki bentuk seperti yang dikenal saat ini berkat pengembangan yang dilakukan penemu Polandia, Julius Fromm tahun 1912. Dengan mencelupkan bahan terbuat dari kaca ke larutan karet mentah, Fromm menciptakan kondom menjadi lebih tipis dan tanpa jahitan. Model kondom seperti buatan Fromm kemudian berkembang dengan pembuatan kondom dari bahan lateks.

Adapun mengenai kampanye penggunaan kondom mulai dikenal sejak awal abad 20. Ketika itu prajurit Amerika Serikat di Perang Dunia I tercatat memiliki penyakit menular seksual tinggi, yaitu lebih dari 70 persen. Ini menyebabkan pemerintah AS mulai melakukan kampanye penggunaan kondom.

Kampanye penggunaan kondom sempat menurun di era 'flower generation' tahun '60an, yang melakukan praktek seks bebas tanpa pengaman. Kondom kembali marak dikampanyekan pada '80an, saat teridentifikasi penyakit menular seksual yang mematikan, AIDS.

Dibalik itu semua kondom kembali menuai kontroversi, setelah Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi melakukan kampanye pemakaian kondom di kalangan beresiko. Kalangan bersiko itu maksudnya adalah para pekerja seks dan pelanggan mereka. Ini adalah salah satu langkah menekan penyebaran HIV/AIDS dan penyakit kelamin lainnya yang belakangan kian merebak dan negara susah payah membendungnya.

Kampanye ini kemudian menimbulkan polemik. Dicemaskan sejumlah kalangan, sebab seperti melegalkan seks bebas.

Menkes kemudian memberikan klarifikasi. Dia membantah keras akan membagikan kondom secara gratis kepada murid-murid SMA. Meski begitu, Nafsiah Mboi mengatakan tetap akan melakukan kampanye penggunaan kondom, terutama untuk pelaku hubungan seks beresiko.

Kondom saat ini memang dikenal sebagai alat yang digunakan untuk mencegah penyakit yang menular melalui aktivitas seksual. Fungsi ini bisa dibilang berkembang dari fungsi awal kondom, yaitu sebagai alat kontrasepsi atau pencegah kehamilan.
Baca juga Kontroversi kondom "MUI vs Menkes"
Demikian info kali ini,Semua yang ada di dunia ini adalah ciptaan-Nya dan semua akan kembali pada-Nya. Karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Dan kami bukanlah makhluk yang sempurna,jadi jika kami ada kekeliruan atau ada kesalahan yang membuat anda tidak nyaman atau merasa dirugikan,kami benar-benar minta maaf,kami tidak bermaksud untuk seperti itu. Di sini kita saudara. Jangan bosan-bosan kawan untuk berkunjung di halaman kami,Kami ucapkan terima kasih telah berkunjung ke halaman kami yang telah mengulas tentang Sejarah dan Masalah Kondom dalam halaman yang sederhana tapi patut untuk anda simak dalam Hariestelle.Blogspot.Com Rating 5.0
Logo Design by FlamingText.com

Thanks For Visit - Hariestelle Page

Artikel Terkait